Tinjau Dapur Umum Polda Kalsel, Kapolda: 3.999 Polri DiLibatkan Untuk Pelayanan Dan Pengamanan Momen 5 Rajab
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., meninjau langsung posko pelayanan dan dapur umum yang berada di rest area Museum Lambung Mangkurat kota Banjarbaru dan area simpang empat sekumpul Kabupaten Banjar, Sabtu (27/12/2025).
Banjarbaru, Targetoperasi.id - Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta optimalisasi pelayanan kepada para jamaah.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kalsel menjelaskan bahwa Operasi Mandiri yang digelar di wilayah Kalimantan Selatan melibatkan sebanyak 3.999 personel Polri.
Pengamanan ini juga diperkuat dengan 600 personel TNI, lebih dari 1.500 personel dari unsur terkait, serta dukungan 42.000 lebih relawan yang turut melaksanakan pelayanan dan pengamanan kegiatan.
“Dari Polda Kalimantan Selatan sendiri kami menurunkan personel, termasuk dua satuan Brimob Pelopor dengan total sekitar 300 personel. Selain itu, kami juga mendapat bantuan dari Polda Kalimantan Tengah sebanyak 350 personel,” terang kapolda Irjen Pol Rosyanto, saat acara kunjungan.

Untuk mendukung kebutuhan logistik jamaah, Polda Kalsel mengerahkan 5 unit kendaraan dapur lapangan yang disiagakan di sejumlah titik strategis. Selain itu, terdapat 6 unit kendaraan layanan kesehatan (treatment) yang disebar guna memudahkan jamaah mendapatkan pelayanan makan, minum, serta penanganan medis.
Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa secara umum situasi pelaksanaan kegiatan berjalan dengan aman dan terkendali. Namun demikian, pihaknya menerima laporan adanya dua orang jamaah yang meninggal dunia akibat sakit.
“Keduanya telah diambil oleh pihak keluarga dan dimakamkan. Secara keseluruhan, kondisi keamanan dan pelayanan tetap berjalan optimal,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi jamaah yang mengalami gangguan kesehatan, terutama lansia, Kapolda Kalsel menegaskan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kami menyebarkan personel, baik menggunakan ambulans maupun berjalan kaki, untuk mendatangi jamaah yang sakit maupun yang sudah lanjut usia agar mendapatkan penanganan secepat mungkin,” pungkasnya.(Red).
Erik