Dua Bocah Tenggelam di Kolam Bekas Galian Pasir, Kapolres Banjarbaru Ungkap Kronologis Kejadian
Peristiwa tragis menimpa dua bocah di Kota Banjarbaru. Keduanya ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam bekas galian pasir di kawasan Jalan Guntung Paring, Gang Hidayah, RT 36 RW 05, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Minggu (05/04/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
Banjarbaru, Targetoperasi.id - Korban diketahui bernama DAA (11) dan MH (10), yang merupakan pelajar dan berdomisili di wilayah Guntung Manggis.
Kapolres Banjarbaru, Pius X Febry Aceng Loda, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat korban bersama sejumlah temannya berkumpul dan makan bersama, sebelum akhirnya bermain di kolam bekas galian pasir.

“Berdasarkan keterangan saksi, setelah makan bersama, korban bersama teman-temannya pergi ke kolam bekas galian pasir untuk mandi.
Awalnya mereka bermain di pinggiran, namun salah satu korban nekat menuju ke tengah kolam yang cukup dalam,” ujarnya.
Saat berada di tengah kolam, korban pertama diduga panik karena tidak mampu berenang di area dengan kedalaman mencapai sekitar 2,5 meter. Melihat rekannya kesulitan, korban kedua berusaha menolong, namun justru ikut tenggelam.
“Salah satu korban mencoba membantu temannya yang panik di tengah kolam, namun keduanya akhirnya tenggelam. Saksi lain sempat mencoba menolong, tetapi tidak berhasil karena kondisi kolam yang dalam dan berbahaya,” lanjutnya.
Petugas gabungan dari Polsek Liang Anggang, Polres Banjarbaru, serta Tim Identifikasi Sat Reskrim langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi.
Dari hasil olah TKP, diketahui kolam tersebut merupakan bekas galian pasir yang sudah tidak difungsikan dan tidak diperuntukkan bagi umum. Meski telah dipagari seng, ditemukan beberapa bagian dalam kondisi rusak sehingga memungkinkan akses masuk.
Selain itu, kondisi dasar kolam berupa pasir isap serta adanya aliran air dari sungai kecil ke dalam kolam turut meningkatkan risiko bagi siapa pun yang berenang di lokasi tersebut.
“Hasil pemeriksaan terhadap korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga kuat keduanya meninggal dunia akibat tenggelam,” tegasnya.
Pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Kapolres Banjarbaru juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak.
“Kami mengimbau kepada para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya dan tidak membiarkan mereka bermain di lokasi berbahaya seperti kolam bekas galian atau perairan dalam yang tidak aman,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di lingkungan yang memiliki potensi bahaya tinggi.(Intan).
Erik