Polres Banjarbaru Ungkap Kasus Mencolok Dalam Giat Press Rilis Akhir Tahun, Kejahatan Transnasional Meningkat Tingkat Penyelesaian 89,13 persen
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius Sepuluh Febry Aceng Loda memaparkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sepanjang tahun 2025 saat press rilis akhir tahun yang digelar di Aula Joglo Polres Banjarbaru, Rabu (31/12/2025).
Banjarbaru, Targetoperasi.id - Dalam keterangannya, AKBP Pius menyebutkan bahwa angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Banjarbaru mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Secara umum, jumlah kejahatan naik sebanyak 15 kasus atau sekitar 2,78 persen,” ujar Pius kepada awak media.
Selain kriminalitas, jumlah pelanggaran hukum juga mengalami kenaikan. Menurut Kapolres, tercatat pelanggaran meningkat 5 kasus atau 9,80 persen. Namun demikian, terdapat tren positif pada aspek ketertiban umum.
“Gangguan terhadap ketenteraman dan ketertiban umum justru menurun sebanyak 7 kasus atau 19,44 persen. Ini menunjukkan upaya preventif dan patroli yang kami lakukan mulai berdampak,” jelasnya.
Kapolres juga menyoroti meningkatnya kejadian bencana alam sepanjang tahun 2025. Ia menyampaikan bahwa terdapat 18 kasus bencana alam atau naik 128,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Meski terjadi peningkatan, seluruh penanganan bencana dapat diselesaikan dengan baik berkat kerja sama Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat,” katanya.
Terkait jenis tindak pidana, AKBP Pius menjelaskan bahwa kejahatan konvensional meningkat 34 kasus atau 10,21 persen. Sementara itu, untuk kejahatan transnasional pada tahun 2025 tercatat 84 kasus, dengan tingkat penyelesaian mencapai 89,13 persen.
“Masih ada sekitar 20 kasus yang saat ini dalam proses penyidikan dan menjadi perhatian kami untuk segera dituntaskan,” ungkapnya.
Dalam penanganan perkara terkait kekayaan negara, Kapolres menegaskan jajarannya berhasil menyelesaikan seluruh perkara yang ditangani.
“Sepanjang tahun 2025 ada 4 kasus terkait kekayaan negara dan semuanya berhasil kami selesaikan atau 100 persen, termasuk kasus korupsi dan rokok ilegal,” tegasnya.
Di bidang lalu lintas, Kapolres menyebut angka kecelakaan lalu lintas di Kota Banjarbaru mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024.
“Total kecelakaan turun menjadi 23 kasus. Korban meninggal dunia berkurang 7 orang dan korban luka berat turun 2 orang, meskipun korban luka ringan mengalami kenaikan 5 orang,” katanya.
Menutup keterangannya, AKBP Pius menyampaikan bahwa peningkatan penegakan hukum lalu lintas juga terlihat dari naiknya jumlah penindakan sebesar 19,82 persen.
“Ini menunjukkan keaktifan anggota di lapangan. Evaluasi akhir tahun ini akan menjadi dasar bagi kami untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat pada tahun 2026,” pungkasnya.
Erik