GEPPAK Desak Penyelesaian Akses Jalan UIN Antasari, Minta Spanduk Tidak Dirusak Lagi

Gerakan Putra Putri Asli Kalimantan (GEPPAK) kembali memasang spanduk berisi tuntutan penyelesaian penggunaan jalan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarbaru pada Sabtu (22/11/2025).

GEPPAK Desak Penyelesaian Akses Jalan UIN Antasari, Minta Spanduk Tidak Dirusak Lagi
Pembina GEPPAK Rabiatul, memantau saat pemasangan spanduk di lahan ahli waris baso muhadong yang di ambil alih oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarbaru, Sabtu 22/11/2025.(Dok: Intan/Targetoperasi.id).

Banjarbaru, Targetoperasi.id - Aksi ini dilakukan karena persoalan akses jalan yang diklaim sebagai milik ahli waris almarhum Baso Muhadong dinilai belum mendapatkan penyelesaian jelas dari pihak kampus.

Spanduk tersebut dipasang sebagai bentuk penegasan agar penggunaan jalan segera dituntaskan secara sah, terbuka, dan melalui mekanisme hukum.

Pembina GEPPAK, Rabiatul Adawiyah, menegaskan bahwa pemasangan spanduk dilakukan sesuai prosedur, dan meminta agar tidak ada lagi pihak yang merusaknya.

"Spanduk sudah terpasang. Kami minta tolong jangan dihancurkan sebelum ada penyelesaian,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa pihaknya memiliki dokumen legal terkait status tanah yang dimaksud.

"Kami memasang spanduk ini dengan surat resmi karena kami memiliki bukti sertifikat yang jelas,” tegasnya.

Rabiatul mengungkapkan bahwa spanduk serupa telah berulang kali dirusak oleh pihak yang belum diketahui.

"Sudah 10 kali kami pasang lalu dirusak. Kalau nanti rusak lagi, nggak mungkin orang lain. Polanya selalu sama,” katanya.

Ia juga meminta pihak UIN Antasari menghormati atribut organisasi yang tercantum pada spanduk tersebut.

"Kami mohon dihargai karena di dalam spanduk itu ada logo organisasi kami,” tambahnya.

Rabiatul meyakini bahwa masyarakat sekitar tidak terlibat dalam insiden perusakan tersebut.

"Kami yakin bukan warga, karena mereka tidak punya kepentingan di sini,” jelasnya.

Meski terjadi ketegangan, GEPPAK menyatakan tetap memberi ruang bagi kegiatan wisuda UIN Antasari yang berlangsung pada hari yang sama.

"Kami menghargai berjalannya wisuda hari ini. Kami tetap meminjamkan jalan walaupun tanpa izin resmi. Ini demi kemaslahatan dan masa depan anak bangsa. Tapi mari selesaikan secara hukum,” tutupnya.

Menanggapi tudingan perusakan spanduk, perwakilan Biro Umum UIN Antasari, Dolly Suhendra, membantah adanya keterlibatan pihak kampus.

"Tentang pengerusakan plang atau spanduk itu, kami tidak tahu sama sekali, dan dari pihak UIN tidak merasa merusak,” ujarnya singkat,"pungkasnya.

GEPPAK berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan melalui komunikasi resmi antara pihak kampus dan ahli waris untuk menghindari konflik berkepanjangan di kemudian hari.(Intan).