Teror Monyet Liar Resahkan Warga Aluh-Aluh, Sembilan Orang Jadi Korban Serangan
Warga Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, masih diliputi keresahan akibat serangan beruntun primata jenis monyet liar. Hingga saat ini, tercatat sebanyak sembilan warga dari dua desa mengalami luka akibat gigitan, dan beberapa di antaranya harus mendapat perawatan medis.
Aluh Aluh, Targetoperasi.id - Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kapolsek Aluh-Aluh IPDA Deden Lesmana Ariyanto menjelaskan bahwa kejadian pertama kali dilaporkan terjadi di Desa Pengurus. Monyet liar tersebut masuk ke kawasan permukiman dan menyerang warga tanpa diduga.
Setelah menerima laporan resmi dari masyarakat, pihak kepolisian langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian serta mengumpulkan keterangan para korban. Dari hasil penelusuran awal, serangan dilakukan oleh monyet liar yang diduga datang dari kawasan sekitar permukiman.

Dalam upaya penanganan, pihak kepolisian turut menggandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Tim BKSDA telah turun langsung ke lapangan guna melakukan observasi dan upaya pengamanan terhadap primata yang berkeliaran di sekitar permukiman warga.
Berdasarkan hasil sementara, kemunculan monyet liar tersebut diduga dipicu oleh keberadaan monyet peliharaan milik salah seorang warga. Hal ini memancing kedatangan monyet liar lain secara bergerombol ke lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Situasi sempat kembali kondusif setelah salah satu monyet yang diduga sebagai pemicu utama berhasil diamankan. Namun, dalam kurun waktu sekitar dua pekan, serangan kembali terjadi di wilayah desa lain, yakni Desa Simpang Warga, meskipun titik kejadiannya berbeda dari lokasi sebelumnya.
Guna mencegah jatuhnya korban kembali, pihak kepolisian bersama aparat desa mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta mengusir monyet dengan suara keras seperti klakson, terompet, atau petasan, serta memastikan seluruh pintu dan jendela rumah tertutup rapat, terutama menjelang sore hingga malam hari.
“Langkah ini bersifat sementara sambil menunggu penanganan lanjutan dari BKSDA. Kami juga akan kembali melakukan pemantauan untuk mengetahui penyebab keberadaan monyet ini, apakah karena mencari makanan atau faktor lainnya,” ujarnya.
Salah seorang warga, Heli, mengungkapkan bahwa orang tuanya menjadi salah satu korban gigitan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WITA saat korban berada di luar rumah. Menurutnya, monyet tersebut datang sendirian dan langsung menyerang.
“Kami berharap monyet itu segera tertangkap. Kami khawatir kalau nanti sampai menyerang anak-anak yang sering bermain atau berangkat sekolah,” tuturnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila kembali melihat keberadaan monyet liar di sekitar permukiman, agar tindakan cepat dapat dilakukan sebelum memakan korban berikutnya.(Intan).
Erik