Polsek Beruntung Baru Inisiasi Kelas Mengaji Gratis, Jadi Magnet Baru Bagi Anak dan Orang Tua

Inisiatif berbeda dilakukan Polsek Beruntung Baru dengan menghadirkan program pembelajaran mengaji gratis bagi anak-anak di wilayahnya. Kegiatan bertajuk “Beruntung Baru Mengaji” ini dilaksanakan di Mapolsek Beruntung Baru, Senin (13/04/2026) sore, dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Polsek Beruntung Baru Inisiasi Kelas Mengaji Gratis, Jadi Magnet Baru Bagi Anak dan Orang Tua
Penuh senyuman foto bersama Kapolsek Beruntung Baru IPDA Deden Apriyanto Lesmana bersama anggota Polsek Beruntung baru dan murid Mengaji gratis Di Polsek Beruntung Baru, Senin 13/04/2026.(Intan/Targetoperasi.id).

Beruntung Baru, Tatgetoperasi.id - Kapolsek Beruntung Baru, Ipda Deden Aprianto Lesmana, mengungkapkan bahwa program tersebut bukanlah kegiatan yang direncanakan sejak awal, melainkan berangkat dari kebiasaan anak-anak yang sering bermain di sekitar kantor polisi. Melihat hal tersebut, pihaknya kemudian mencoba mengarahkan aktivitas mereka ke kegiatan yang lebih bermanfaat.

“Awalnya kami hanya berinteraksi biasa dengan anak-anak yang sering bermain di depan kantor. Lalu kami ajak secara santai untuk belajar mengaji, dan ternyata mereka tertarik. Dari situ kegiatan ini mulai berjalan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, proses belajar mengaji dibantu oleh anggota Polsek yang memiliki kemampuan mengajar, termasuk Aiptu Muhammad Achyar, yang turut membimbing anak-anak di sela waktu piket. Meski dengan fasilitas sederhana, kegiatan ini tetap berjalan lancar berkat dukungan internal anggota.

Seiring waktu, minat masyarakat terus meningkat. Banyak orang tua mulai mendaftarkan anak-anak mereka untuk mengikuti program tersebut. Bahkan, jumlah pendaftar disebut melebihi kapasitas tempat yang tersedia saat ini.
Untuk mengatasi hal itu, pihak Polsek Beruntung Baru tengah menyiapkan skema pembagian waktu belajar menjadi beberapa sesi.

 “Kemungkinan ke depan akan kami bagi menjadi dua kelompok, setelah Zuhur dan setelah Ashar, agar semua anak tetap bisa ikut meski tempat terbatas,” imbuhnya.

Seluruh kebutuhan belajar seperti buku, alat tulis, hingga meja belajar diperoleh secara swadaya dari anggota Polsek. Hal ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus semangat kebersamaan dalam mendukung pendidikan keagamaan bagi generasi muda.

Ia berharap, program ini tidak hanya memberikan kemampuan dasar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mencetak generasi yang berprestasi di bidang keagamaan, termasuk berpartisipasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Dukungan juga datang dari masyarakat. Salah satu orang tua peserta, Muhammad Abduh, menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Polsek Beruntung Baru. Ia menilai program ini memberikan warna baru dalam pembinaan anak-anak di lingkungannya.

“Antusias warga sangat tinggi. Banyak yang ingin anaknya ikut, bahkan jumlahnya melebihi kuota. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berjalan dan melahirkan generasi qari dan qariah dari Beruntung Baru,” ungkapnya.

Program ini dinilai menjadi contoh pendekatan humanis kepolisian yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan karakter generasi muda di tengah masyarakat.(Intan).