Puluhan Pengurus Lemkari Kalsel Anton Lesiangi Gelar Aksi Damai Tolak Penggunaan Logo oleh Pengurus Baru Lemkari Gemilang

Puluhan pengurus Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Kalimantan Selatan versi Anton Lesiangi menggelar aksi orasi damai di halaman Q Mall Kota Banjarbaru, Sabtu (19/7/2025) pagi. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap penggunaan logo Lemkari yang mereka klaim sah, oleh kepengurusan Lemkari Gemilang yang dilantik di lokasi terpisah.

Puluhan Pengurus Lemkari Kalsel Anton Lesiangi Gelar Aksi Damai Tolak Penggunaan Logo oleh Pengurus Baru Lemkari Gemilang
Aksi orasi oleh anggota dan pengurus Lemkari Anton Lesiangi, di Halaman Qin Daffam Hotel, Sabtu 19/07/2025 (Dok:Rifa/TO).

Banjarbaru, Targetoperasi.id - Pelaksanaan orasi bertepatan dengan kegiatan pelantikan pengurus baru Lemkari Gemilang Provinsi Kalsel yang berlangsung di Hotel Qin Dafam, tak jauh dari lokasi aksi orasi Lemkari Anton Lesiangi berlangsung.

Koordinator aksi dari Lemkari Anton Lesiangi Masrani, menyampaikan keberatan atas penggunaan lambang Lemkari yang menurutnya telah memiliki legalitas resmi secara hukum. Ia menyayangkan pihak pengurus baru tetap menggunakan logo tersebut tanpa memahami sejarah dan legalitas organisasi.

"Informasinya hari ini ada pelantikan pengurus organisasi karate, tapi disayangkan memakai logo resmi kami, padahal kami sudah memiliki legalitas yang sah secara hukum,” ujar Masrani.

Hal senada disampaikan oleh koordinator lapangan aksi, Arsyad. Ia menegaskan bahwa antara pihaknya dari Lemkari Anton Lesiangi dan Lemkari Gemilang adalah dua perguruan yang berbeda, sehingga seharusnya menggunakan logo masing-masing.

"Ini beda perguruan, seharusnya mereka punya logo sendiri, jangan memakai logo Lemkari kami,” tegas Arsyad.

Menurut para peserta aksi, Lemkari yang mereka bela didirikan oleh Anton Lesiangi dan telah memiliki dasar hukum yang sah melalui putusan Mahkamah Agung serta pengakuan dari Kementerian Hukum dan HAM.

Aksi orasi berlangsung tertib dan mendapat pengamanan penuh dari jajaran Polres Banjarbaru. Setelah menyampaikan aspirasi, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib.(Rifa).