Viral, Peziarah kehabisan Uang Akibat Pengelola Kubah Logabang Meminta Hingga Jutaan Rupiah Untuk Membeli Bunga
Beredar video viral, dimana dalam video yang berdurasi satu menit dua puluh detik tersebut seorang peziarah di makam Syekh Abdullah Desa Logabang Kecamatan Astambul kehabisan uang karena ulah pengelola makam.
Martapura, Targetoperasi.id - Dalam rekaman video itu, jelas di dengar percakapan antara peziarah yang menjadi korban dengan si perekam video, korban mengatakan uang ia keluarkan untuk membayar saat menyentuh makam, hingga membayar untuk membeli bunga hingga satu juta rupiah.
"saya di mintai Rp.190.000 (seratus sembilan puluh ribu) untuk menyentuh makam, saya kasih Rp.200.000 (dua ratus ribu), setelah itu saya di panggil lagi sama yang lain untuk masuk ke makam lain nya, saya kira sudah tidak bayar lagi, ternyata saya di suruh memasukan uang ke kotak,"ucapnya.
Tidak hanya itu, korban ibu ibu di perkirakan umur 50 tahun ini pun di minta untuk membayar uang membeli bunga seharga Rp.1.000.000 (satu juta rupiah).
Si perekam video juga mengatakan, di mana korban saat ini kehabisan uang untuk pulang ke Tenggarong, untuk korban menginap di rumah perekam video.
"Beliau dari Tenggarong, gak ada duit lagi, terpaksa di inapkan.
Beliau dari Tenggarong gak pernah ziarah ke Logabang, sekali ziarah habis uang di rampok orang Logabang,"ucap perekam dalam video.
Untuk kelanjutan video viral tersebut, konfirmasi lanjutan kepada Kapolsek Astambul IPTU Tonny Hartono, beliau menjelaskan kejadian ini pihak Polsek Astambul tidak ada menerima laporan dari Korban.
"Kami tidak mendapat laporan dari korban,sehingga kami tidak bisa menindak lanjuti kejadian ini.
Tapi saat ini kami masih menelusuri siapa pembuat video tersebut untuk kami panggil, akan kami minta keterangan benar atau tidaknya berita tersebut, dan juga kami belum tau video ini sudah lama yang beredar lagi atau memang video baru,"jelasnya.
Terkait perihal video viral tersebut, Kapolsek Astambul akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait.
"Kami akan berkoordinasi dengan Camat, Pambakal (Kepala Desa), tokoh masyarakat, dan pengelola kubah (makam),"tutur IPTU Tonny.
Dengan kejadian ini, Polsek Astambul bersama pihak terkait akan mencari solusi, agar kubah logabang yang kebanyakan masyarakatnya perekonomian nya bertumpu di kubah tersebut, agar bisa mencari nafkah dengan baik dan peziarah merasa nyaman.
(Red).
Erik