Pelatihan Untuk Pelatih Atlet Disable, Sekertaris Soina Sri Rahayu Ungkapkan Ini

Special Olimpic Indonesia (Soina) melaksanakan pelatihan untuk pelatih yang mengajarkan kepada murid berkebutuhan khusus dengan IQ di bawah 70, untuk atlet bola tangan, Sabtu 29/06/2024.

Pelatihan Untuk Pelatih Atlet Disable, Sekertaris Soina Sri Rahayu Ungkapkan Ini

Banjarbaru, Targetoperasi.id - Bola tangan merupakan olahraga dengan tujuh orang pemain dengan salah satu pemain sebagai penjaga gawang, untuk waktu permainan selama 30 menit kali dua waktu permainan.

Untuk olahraga bola tangan ini beberapa kali sudah mengharumkan nama Kalimantan Selatan , baik dari turnamen Nasional sampai internasional.

Untuk Special Olimpic Indonesia (Soina) memberikan pelatihan  olahraga ini kepada guru pengajar Sekolah Luar Biasa (SLB) se Kalimantan Selatan untuk di ajarkan kepada atlet Disable dan Down Sindrom, dengan IQ di bawah 70.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan untuk membentuk pelatih atlet Soina Kalimantan Selatan dalam menambah wawasan serta keterampilan para pelatih cabang olahraga Soina di setiap Kabupaten/Kota Kalimantan Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Sekertaris Soina Pengprov Kalimantan Selatan Sri Rahayu, menerangkan dengan kegiatan yang di laksanakan ini.

"Kami setiap tahun mengadakan pelatihan untuk para pelatih Soina, dan kegiatan ini untuk mempersiapkan pelatih di cabang olahraga  di Special Olimpic Indonesia, dimana 13 Kabupaten/Kota memiliki pengurus cabang di masing masing wilayah,"terangnya.

Acara ini di ikuti oleh 39 orang, enam orang dari Pengprov Soina, 30 dari Pengkab dan Pengkot se Kalimantan Selatan, dan tiga orang atlet Soina yang di persiapkan untuk menjadi asisten pelatih Soina.

Selain itu, para pelatih di Soina ini akan mendapatkan Pelatihan khusus dengan modifikasi yang di sesuaikan oleh kondisi atlet.

"untuk pelatihan Soina, semisal anak atlet lari di IQ di bawah 70, cara lari nya tetap menggunakan start orang normal, tapi untuk anak IQ 50, anak Down Sindrom mereka lari tanpa menggunakan awalan dengan cara start berdiri dan beda di catatan waktu, serta Mereka menggunakan Uni Feat di mana anak anak berkebutuhan khusus akan di sandingkan dengan anak anak normal tapi dengan kemampuan rata, sehingga tidak kelihatan menonjol di salah satu peserta,"imbuhnya.

Di sisi lain, dari Narasumber acara bola tangan sebagai sekertaris Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kalsel Saidul Ansyari, menambahkan tentang kegiatan ini.

"Kegiatan ini khusus dengan perwakilan daerah yang menangani atlet yang memiliki kebutuhan khusus, dengan IQ di bawah 70, dengan adanya kegiatan ini kami berharap dapat pembinaan untuk atlet atlet dalam olahraga bola tangan ini,"harapnya.

Untuk cabang bola tangan ini sudah sering di laksanakan, dan hampir setiap tahun di gelar, serta atlet bola tangan ini sudah mencapai tingkat Nasional dan Internasional, dimana atlet pernah mewakili bertanding di Jerman pada tahun 2023.

Dan di harapkan untuk semua pelatih bisa menerapkan di saat melatih para atlet dari pemanasan hingga tahapan permainan.
(Red).