Poetry In Action Hadirkan Ruang Ekspresi Generasi Muda, MI Guntung Manggis Tampilkan 31 Siswa di Pentas Seni

Kegiatan seni bulanan Poetry In Action kembali digelar di kawasan Mingguraya, Jumat (24/10/2025) malam, dengan mengusung tema “Tanah Air dan Sumpah Pemuda.” Gelaran yang sudah berjalan sejak 2012 ini memberikan ruang bagi generasi muda Banjarbaru untuk unjuk bakat di atas panggung publik.

Poetry In Action Hadirkan Ruang Ekspresi Generasi Muda, MI Guntung Manggis Tampilkan 31 Siswa di Pentas Seni
Pentas Seni yang di ikuti oleh murid Madrasah Ibtidaiyah Al Istiqamah Guntung manggis, dengan ikut serta menampilkan seni tari dan baca puisi, Jumat 24/10/2025.(Dok: Intan/Targetoperasi.id).

Banjarbaru, Targetoperasi.id - Salah satu peserta yang ikut meramaikan panggung adalah murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Guntung Manggis. Sebanyak 31 siswa menampilkan tari tradisional sebagai bentuk pelestarian budaya Banjar Kalimantan Selatan serta bagian dari pendidikan karakter di luar kelas.

Guru Bahasa Arab MI Guntung Manggis, Muhammad Syahlani, menyampaikan rasa bangga melihat antusias muridnya dalam mengikuti penampilan seni yang digelar di luar sekolah.

“Kami senang karena anak-anak bisa tampil di luar kelas. Seni itu karya luar biasa dan perlu diperlihatkan agar orang tahu kemampuan mereka. Mereka juga bisa melatih mental, tampil berani di depan banyak orang, menghilangkan rasa cemas, dan menunjukkan yang terbaik,” katanya.

Syahlani berharap momentum ini membuka peluang bagi siswanya untuk tampil lebih luas di masa depan.

“Ke depan mudah-mudahan lebih baik lagi. Kalau bisa tampil di mana-mana, sampai luar negeri, tentu kita bangga. Yang penting budaya kita tetap dilestarikan,” harapnya.

Senada dengan itu, salah satu orang tua siswa, Hadijah, menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi perkembangan anak.

“Alhamdulillah, dengan mengikuti pentas seni seperti ini, anak-anak lebih berkembang sekaligus melestarikan budaya Banjar,” ujarnya.

Sastrawan Banjarbaru sekaligus pengelola Poetry In Action, HE. Benyamine, menjelaskan bahwa tema yang diangkat berkaitan erat dengan semangat Sumpah Pemuda dan nasionalisme generasi sekarang.

“Kita ingin mengingatkan bahwa Tanah Air masih memerlukan sumpah-sumpah pemuda yang baru. Perjuangan untuk Indonesia lebih baik belum selesai,” tegasnya.

Menurut Benyamine, panggung seni memberikan proses pembelajaran nyata bagi anak muda untuk mengembangkan diri.

“Mereka sudah latihan di sekolah atau sanggar, tetapi mereka memerlukan panggung untuk mengekspresikan apa yang dilatih. Pengalaman tampil seperti ini menguatkan kepercayaan diri mereka untuk menatap masa depan,” jelasnya.

Ia berharap para peserta memanfaatkan panggung seni ini sebagai jembatan menuju peningkatan kemampuan dan keberanian dalam berkarya.

“Mereka punya potensi besar. Kadang hanya ragu untuk mengekspresikannya. Panggung ini ingin memberi keyakinan bahwa mereka adalah generasi yang terang masa depan,” ucap Benyamine.

Poetry In Action berkomitmen terus menjadi ruang kreatif, kolaboratif, dan terbuka bagi generasi muda Banjarbaru untuk berkesenian sekaligus melestarikan budaya daerah ke masyarakat yang lebih luas.(Intan).