Inspiratif! Dosen Politala Berhasil Tanam Sorgum di Lahan Tambang dan Raih Juara Ilmiah Provinsi

Ketekunan dan semangat pantang menyerah membawa Anton Kuswoyo, dosen Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tanah Laut, meraih prestasi membanggakan.

Inspiratif! Dosen Politala Berhasil Tanam Sorgum di Lahan Tambang dan Raih Juara Ilmiah Provinsi
Foto Dosen Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) Anton Siswoyo, saat melihatkan sorgum hasil penelitian nya yang mengatakan dirinya memperoleh penghargaan juara 1 Lomba Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Provinsi, Sabtu 07/02/2026.(Dok:Intan/Targetoperasi.id).

Tanah Laut, Targetoperasi.id -
Penelitiannya mengenai budidaya sorgum di lahan pasca tambang batubara berhasil mengantarkannya meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat provinsi. Anton menjelaskan, penelitian tanaman sorgum mulai ia rintis sejak 2022. Awalnya percobaan dilakukan di kebun pribadi sebelum kemudian dikembangkan ke lahan bekas tambang batubara yang dikenal tandus serta minim unsur hara.

Menurutnya, lahan pasca tambang sebenarnya masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan apabila dikelola dengan metode yang tepat. Melalui pengolahan tanah, penggunaan pembenah tanah, serta perawatan intensif, tanaman sorgum terbukti mampu tumbuh cukup optimal.

“Awalnya penelitian ini penuh tantangan, bahkan saya sempat gagal dua kali menanam sorgum di lahan bekas tambang. Tapi saya yakin dengan pengolahan tanah yang tepat, lahan tersebut tetap bisa produktif,” ujarnya, Sabtu (07/02/2026).

Ia mengungkapkan perjalanan penelitian tersebut tidak selalu berjalan mulus. Pada tahap awal, tanaman sorgum sempat mati akibat kondisi tanah yang ekstrem serta kurangnya pasokan air.
Kegagalan tersebut justru menjadi bahan evaluasi. Anton kemudian memperbaiki teknik budidaya, mulai dari pengolahan lahan hingga sistem penyiraman, terutama saat musim kemarau panjang.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.

 Produksi biomassa sorgum yang meliputi batang, daun, dan biji mampu mencapai sekitar 50 ton per hektare, sementara hasil bijinya berkisar 4–5 ton per hektare.

Selain produktivitasnya tinggi, sorgum juga memiliki banyak manfaat. Bijinya dapat diolah menjadi beras alternatif dengan kadar gula lebih rendah dibandingkan beras padi sehingga dinilai cocok bagi penderita diabetes.

“Sorgum punya banyak keunggulan, mulai dari rendah gula sehingga cocok bagi penderita diabetes, bebas gluten, hingga kandungan protein dan seratnya cukup tinggi untuk pangan sehat,” jelasnya.

Ia menambahkan, sorgum juga mengandung kalsium, zat besi, serta fosfor yang cukup tinggi. Sementara batang dan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia seperti sapi dan kambing.
Saat ini Anton mengembangkan beberapa varietas sorgum, di antaranya Samurai 1, Samurai 2, Bioguma 2, serta varietas Pahat.

 Masing-masing varietas memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri, baik untuk kebutuhan pangan maupun pakan ternak.
Melalui LDII Tanah Laut, ia juga menginisiasi gerakan konsumsi sorgum sebagai pangan alternatif sehat. Sekitar satu hektare lahan telah ditanami, kemudian hasilnya diolah menjadi beras sorgum, tepung, hingga berbagai produk makanan olahan.

“Harapan saya, lahan bekas tambang di Kalimantan Selatan bisa dimanfaatkan lebih produktif melalui budidaya sorgum, sehingga tidak hanya mendukung ketahanan pangan tetapi juga meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(Intan).